Agenda Terbaru

10 . 09 . 2021

Interview Calon Pengurus ROHKRISTO 2021/2023 Secara Online

Selengkapnya

8 . 12 . 2020

sosialisasi kerjasama Poltekpar Bali dan International Management Institute (IMI) Switzerland

Selengkapnya

1 . 07 . 2020

Start Your Dream Destination Acroos Indonesia on FREEDAY

Selengkapnya

29 . 06 . 2020

Pengabdian kepada Masyarakat dengan Tema “Pengelolaan Keuangan Usaha Mikro dan Kecil Bagi Pekerja Pariwisata Terdampak Covid 19”

Selengkapnya
. Lihat Semua AGENDA

Pengumuman

19 . 09 . 2021

SK Akreditasi Politeknik Pariwisata Bali 2019 - 2023

Download PDF

19 . 09 . 2021

Sertifikat Akreditasi Politeknik Pariwisata Bali 2019 - 2023

Download PDF

2 . 09 . 2021

RENSTRA POLTEKPAR BALI

Download PDF
. Lihat Semua PENGUMUMAN

Rilis Berita

Kemenparekraf Bekerja Sama dengan Kelurahan Benoa dan Poltekpar Bali Gelar Vaksinasi Dosis 2

Kemenparekraf Bekerja Sama dengan Kelurahan Benoa dan Poltekpar Bali Gelar Vaksinasi Dosis 2

Vaksinasi Dosis 2 Kerja Sama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Kapolsek Kuta Selatan, Kelurahan Benoa dan Politeknik Pariwisata Bali sukses digelar. Pelaksanaan vaksinasi dosis 2 bertempat di Politeknik Pariwisata Bali. Pemilihan lokasi di Poltekpar Bali sejalan dengan gagasan Menparekraf, Sandiaga Uno, bahwa Poltekpar di bawah naungan Kemenparekraf RI agar dapat menjadi wadah penyelenggaraan percepatan vaksinasi. Hal ini disambut baik oleh masyarakat yang memadati Aula Joop Ave, Poltekpar Bali, terhitung dari Kamis - Sabtu, 9 -11 September 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan. Adapun target sasaran peserta vaksinasi Covid-19 tahapn kedua yaitu pada hari pertama sejumlah 750 peserta, hari kedua sejumlah 650 peserta dan hari ketiga sejumlah 1000 peserta. Hal tersebut sejalan dengan target vaksinasi dosis 2 yang berjumlah 2400 peserta.  Sebagai penyedia tempat pelaksanaan vaksinasi dosis 2, Politeknik Pariwisata Bali telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Penyediaan lokasi vaksinasi Covid-19 sangatlah penting mengingat dibutuhkan spesifikasi tempat dan juga ketersediaan sarana prasarana yang dapat menunjang kegiatan tersebut dan juga dapat menerapkan protokol kesehatan. Adapun sarana prasarana yang disediakan oleh Poltekpar Bali meliputi Aula Joop Ave yang luas dengan banyak bukaan sehingga sirkulasi udara mengalir dengan baik, ruang tunggu dan parkir yang luas, serta fasilitas pendukung protokol kesehatan meliputi pengecekan suhu, wastafel cuci tangan, dan handsanitizer. Pelaksanaan vaksinasi dosis 2 berjalan dengan tertib dan aman. Antusias warga sekitar dan umum menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran akan kesehatan dengan melaksanakan vaksinasi akan berdampak pula pada pergerakan industri pariwisata di Indonesia, khususnya di Bali.

Baca Selengkapnya
POLITEKNIK PARIWISATA BALI SIAP MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN OPERASIONAL HOMESTAY DI DESA WISATA TARO TEGALLANG GIANYAR

POLITEKNIK PARIWISATA BALI SIAP MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN OPERASIONAL HOMESTAY DI DESA WISATA TARO TEGALLANG GIANYAR

Politeknik Pariwisata Bali akan menginjak usia ke 43 tahun. Pada tahun ke 43 ini, Politeknik Pariwisata Bali juga telah membuka dan memulai program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) salah satunya pada Desa Wisata Taro Tegallalang Gianyar. Pembukaan PKM ini dihadiri oleh Camat Tegallalang Kabupaten Gianyar, Perbekel Desa Taro, Pokdarwis Desa Taro dan undangan lainnya. Kegiatan PKM dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Bapak Drs.Ida Bagus Putu Puja.,M.Kes. Desa Taro adalah desa tertua di Bali yang terletak di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Desa Wisata Taro pernah memperoleh penghargaan sebagai juara ke IV Desa Wisata Nusantara pada tahun 2019, Desa Taro memiliki pesona alam yang indah dengan teras-teras sawah hijau dan udara yang sejuk, selain persawahan ada pula area perkebunan yang ditanami buah-buahan, sayuran, dan hutan yang memiliki jalur trekking yang menantang. Wilayah Desa Taro sendiri terdiri dari 14 banjar yakni, Puakan,  Pakuseba, Taro Kaja, Taro Kelod, Let, Sengkaduan, Pisang Kaja, Pisang Kelod, Patas, Belong, Ked, Alas Pujung, Alas Tatag, dan Alas Tebuana. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ketua POKDARWIS Desa Taro Bapak Wayan Wardika yang disampaikan pada kegiatan penjajagan PKM, pada tanggal 16-17 Desember 2020 bahwa potensi budaya dan alam yang dimiliki oleh Desa Taro belum didukung dengan keberadaan sarana akomodasi yang memadai untuk wisatawan menginap. Saat ini di Desa Taro terdapat tiga rumah masyarakat lokal yang sedang dikembangkan menjadi homestay namun belum beroperasi secara maksimal yakni Komang Petak homestay, Jero Mangku Gede House dan Made Bidel homestay. Dalam pertemuan Ketua POKDARWIS dan Perbekel Desa Adat Taro sangat berharap Politeknik Pariwisata Bali melalui Program Studi Bisnis Hospitaliti dapat mendampingi pengelolaan tiga rumah tersebut dengan memberikan pelatihan-pelatihan sehingga rumah tersebut layak menjadi homestay yang dikelola secara professional dan siap untuk dipasarkan kepada wisatawan. Ketua POKDARWIS dan Perbekel Desa Adat Taro juga memiliki harapan jika nanti tiga rumah ini berhasil dikembangkan menjadi homestay, dapat memotivasi rumah-rumah warga yang lain untuk menjadi homestay agar masyarakat secara langsung dapat menikmati dampak pengembangan pariwisata di Desa Taro.Program pengabdian kepada masyarakat Program Studi Bisnis Hospitaliti di Desa Wisata Taro  ini merupakan program pengabdian lanjutan dari program pengabdian yang sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 29-31 Oktober 2020 dengant tema Pemahaman Sikap Dasar Hospitaliti, Profesionalisme dan CHSE dalam rangka Menunjang Usaha Kepariwisataan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar-Bali. Politeknik Pariwisata Bali Siap memberikan pendampingan berupa pelatihan-pelatihan terhadap tiga rumah yang siap dikembangkan menjadi homestay di Desa Taro. Dengan besar harapan nantinya masyarakat yang dibimbing akan memiliki keterampilan dasar untuk mengoperasikan beragam fungsi dalam operasional homestay meliputi: peningkatan kunjungan dan kepuasan pelanggan dengan menawarkan layanan yang berkualitas, lingkungan yang bersih, aman dan nyaman. Waktu Pelaksanaan kegiatan ini dirancang dari Bulan Maret-April 2021 degan total waktu 64 jam dengan perincian dan para Peserta utama dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah tiga pemilik atau pengelola rumah yang sedang dikembangkan menjadi homestay di desa Taro, namun tidak menutup kemungkinan peserta lain yakni masyarakat desa Taro yang berminat mengembangkan homestay.

Baca Selengkapnya
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Pariwisata Bali Di Desa Cau Belayu, Marga, Tabanan ‘A Phylosophy To Live In Harmony’

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Pariwisata Bali Di Desa Cau Belayu, Marga, Tabanan ‘A Phylosophy To Live In Harmony’

Politeknik Pariwisata Bali (Poltekpar Bali) sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia menjunjung Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Salah satunya adalah Pengabdaian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Desa Cau Belayu, Marga, Kabupaten Tabanan. Politekpar Bali memilih Desa Cau Belayu sebagai desa wisata dampingan yang sejalan dengan program Pendampingan Desa Wisata yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf). Desa Cau Belayu merupakan desa di kabupaten Tabanan yang memiliki potensi wisata yang sangat tinggi, namun belum dikemas dan dipromosikan secara maksimal. Hal ini melatarbelakangi Poltekpar Bali dalam melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Cau Belayu.   Adapun prorgam pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu pada bulan 9-11 Juli 2020 diawali dengan pelaksanaan Training of Trainner (ToT), selanjutnya pada 21 Agustus 2020 dilaksanakan penjajagan di Desa Cau Belayu guna mengetahui kondisi dan potensi yang ada di desa. Pada 9 September 2020 dilakanakan Bimbingan Teknis Pendampingan Desa Wisata terkait penerapan protokol kesehatan, pengemasan hingga pemasaran produk desa wisata. Selanjutnya pada 22 September 2020 dilakukan pemetaan potensi dan pembuatan story line. Hal ini dilaksanakan dalam rangka pembuatan video wisata di Desa Cau Belayu yang diiringi dengan shooting video promosi pada 27 September 2020. Kegiatan berlanjut dengan kegaitan padat karya yakni bakti lingkungan dengan melakukan kerja bakti membersihkan area desa wisata Cau Belayu yang berlangsung pada 11 Oktober 2020. Kemudian pada 20 Oktober 2020 dilaksanakan kegiatan pelatihan pengembangan desa wisata.   Kegiatan PKM ini disambut baik tidak hanya dari tim pelaksana Poltekpar Bali, namun juga dari lingkungan Desa Cau Belayu. Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Drs. Ida Bagus Puta Puja, ST., M.Kes, mengatakan kegiatan ini merupakan penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selalu dilaksanakan oleh Poltekpar Bali. Kami harapkan agar program ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat penggiat wisata di Desa Cau Belayu. Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa Cau Belayu, I Putu Eka Jayantara. Dalam penuturannya, kegiatan PKM ini sangat bermanfaat dalam peningkatan Sumber Daya Manusia sehingga dapat mengembangkan potensi wisata di Desa Cau Belayu. Selain itu, Sekretaris Kemenparekraf, Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc.,CHE, juga turut hadir dalam kegaitan PKM di Desa Cau Belayujuga memberikan pandangannya terhadap kegiatan ini. Beliau menuturkan, Desa Cau Belayu yang merupakan desa wisata yang masih baru memang perlu untuk digali lebih dalam potensinya. Warga dan stakeholder sangat antusias dengan kegaitan PKM ini dimana kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang bukan semata-mata hanya pada manfaat ekonomi saja, tetapi justru dengan pengembangan wisata ini sehingga kualitas kehidupan masyarakat dapat meningkat.   Kegiatan PKM di Desa Cau Belayu akhirnya sampai pada tahap penilaian oleh 2 orang juri dari Kemenparekraf/Barekraf yang dimulai pada 15 November 2020. Adapun beberap aspek penilaiannya adalah laporan pendampingan, penerapan CHSE, dan pengembangan potensi produk wisata. Setelah sampai di lokasi penyambutan yaitu di rumah salah satu warga Desa Cau Belayu, kedua juri disambut dengen welcome drink yang merupakan produk lokal yaitu Teh Kayu Manis. Selanjutnya, para juri diajak untuk berkeliling dan mengenalkan budaya Bali, khususnya dalam arsitektur khas Bali. Tidak lupa, warga juga mengenalkan produk lokal khas Cau Belayu diantaranya adalah kripik dari hasil bumi, klepon, teh kayu manis, tape dan pengolahan tuak sebagai pengembang kue. Adapun daya tarik wisata alam yang ditawarkan di Desa Cau Belayu adalah Air Terjun Pengempu, Tubing, Camp Ground, trekking, areal persawahan, aktivitas menanam padi, Becak Village Tour, Wisata spiritual Toya Langse dan aktivitas mejejaitan.   Salah satu juri, Lia Afriza, dalam penjelasannya menuturkan bahwa kunjungan kali ini merupakan penilaian bagaimana upaya Poltekpar Bali dalam mendampingi Desa Cau Belayu dalam menjadi desa wisata. Ditambahkan pula bahwa Cau Belayu baru saja ditetapkan sebagai desa wisata ke-24 oleh Bupati Tabanan pada 19 Agustus 2020 lalu. Hal ini menjadi poin penting bagaimana Poltekpar Bali mampu mengarahkan desa Cau Belayu menjadi desa wisata yang baik dimulai dari pengolaan SDA dan SDMnya. Hal tersebut dipercaya menjadi hal yang esensial di bidang industri pariwisata, yaitu hospitaliti. Selain itu, pengembangan eksternal juga penting dalam meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap desa wisata di desa Cau Belayu melalui berbagai upaya seperti video promosi. Dalam mewujudkan hal ini, tim pendampingan desa Cau Belayu dan mahasiswa dari Poltekpar Bali telah membuat video promosi yang sudah diunggah di situs Youtube. Diharapkan pembuatan video promosi dapat meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap destinasi wisata baru di Kabupaten Tabanan pada khususnya dan Bali pada umumnya. Tim juri juga melakukan sesi wawancara dengan perangkat desa, kelompok sadar wisata dan mahasiswa terkait pendampingan desa wisata yang dilaksanakan oleh Poltekpar Bali. Kunjungan juri diakhiri dengan peninjauan ke beberapa potensi wisata seperti Air Terjun Pengempu dan industri pembuatan tuak menggunakan becak.  

Baca Selengkapnya
. Lihat Semua

Program Studi

PPB memiliki 11 fakultas yang menyelenggarakan program sarjana, pascasarjana, profesi, spesialis, diploma, serta program internasional.

. Lihat Semua

S2 Magister Terapan Pariwisata

S2 Magister Terapan Pariwisata http://pasca.ppb.ac.id/

Selengkapnya

S1 Bisnis Hospitaliti

Program Studi Strata 1 Bisnis Hospitaliti (BHP) bertujuan menghasilkan pimpinan puncak, pengusaha, akademisi dan peneliti yang profesional pada bisnis hospitaliti. Lama pendidikan pada Program Studi Strata 1 Bisnis Hospitaliti adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Bisnis Hospitaliti memiliki peluang kerja diantaranya : hotel, tempat rekreasi & olahraga, travel and transportation, instansi pemerintah, tenaga edukasi dan peneliti.

Selengkapnya

S1 Destinasi Pariwisata

Program Studi Strata 1 Destinasi Pariwisata (DPW) memiliki tujuan menghasilkan pimpinan puncak, pengusaha, akademisi dan peneliti yang profesional pada bisnis destinasi pariwisata. Lama program pada Program Studi Strata 1 Destinasi Pariwisata adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Destinasi Pariwisata memiliki peluang kerja pada : bisnis pengelolaan kawasan pariwisata, instansi pemerintah, tenaga edukasi dan peneliti.

Selengkapnya

D4 Administrasi Perhotelan

Program Studi Diploma 4 Administrasi Perhotelan (ADH) memiliki tujuan menghasilkan pimpinan puncak dan pengusaha hotel yang profesional. Lama program adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Administrasi Perhotelan memiliki peluang kerja di : hotel, villa, apartemen, condominium, kapal pesiar.

Selengkapnya

D4 Manajemen Kepariwisataan

Program Studi Diploma 4 Manajemen Kepariwisataan (MKP) memiliki tujuan menghasilkan pimpinan puncak yang profesional di industri pariwisata dan badan pengelola kepariwisataan. Lama program adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Manajemen Kepariwisataan memiliki peluang kerja pada : destination management company, instansi pemerintah.

Selengkapnya

PENELITIAN & PENGABDIAN

Penelitian institusi mempunyai ruang lingkup kependidikan, kepariwisataan dan perhotelan yang bersifat terapan, baik monodisiplin maupun multidisiplin/interdisiplin, sedangkan Ruang lingkup penelitian kelompok dan perseorangan dapat meliputi bidang kependidikan, kepariwisataan dan perhotelan yang bersifat terapan, baik monodisiplin ataupun interdisiplin.

. Selengkapnya

TENTANG PPB

Politeknik Pariwisata Bali siap mencetak insan pariwisata yang unggul. Kesiapan ini dimulai dari Bali siap mencetak insan pariwisata yang unggul. Kesiapan ini dimulai dari

Selengkapnya

KEMAHASISWAAAN

Mencetak mahasiswa berwawasan global dan berintegritas yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.

Selengkapnya

25 . 05 . 2021

Sosialisasi Kerjasama Poltekpar Bali Dan International Management Institute (IMI) Switzerland

Mengawali minggu terakhir di bulan Desember, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melaksanakan kunjungan kerja ke Politeknik Pariwisata Bali

Bagikan :