Berita

IMPLEMENTASI TRI HITA KARANA DI KAMPUS POLTEKPAR BALI
12 Mar 2020 | Komentar

Tri Hita Karana adalah filosofi dalam Hindu yang berarti tiga penyebab kebahagiaan. Berdasarkan konsep ini, kebahagiaan tercipta ketika tercipta pula keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama Manusia, dan Alam. Pada tahun 2019, Politeknik Pariwisata Bali memperoleh penghargaan Super Platinum II dalam Tri Hita Karana (THK) Awards and Accreditation. Hal tersebut berarti kampus Poltekpar Bali dinilai telah berhasil menerapkan konsep Tri Hita Karana. Namun, penerapan konsep tersebut bukan hanya soal penghargaan. Langkah nyata harus senantiasa ditempuh bersama-sama sehingga keseimbangan yang menjadi penyebab kebahagiaan dapat tercipta.

Manusia, yang dalam hal ini diartikan sebagai seluruh anggota keluarga besar Poltekpar Bali, hendaknya dapat selalu menghayati dan melaksanakan prinsip Manganjali Karya Werdhi, yakni mengabdi untuk berkarya. Semangat Menjadi dan Memberi perlu terus dikembangkan, sehingga peningkatan kualitas kerja dengan saling melayani dan mengasihi sesama manusia secara tulus dapat terwujud. Dengan mengembangkan  Cipta, Rasa, Karsa akan diperoleh nilai nilai Kebenaran, keindahan dan kebaikan/kebahagiaan.

Hati yang tulus dalam bekerja dan mengasihi adalah Yadnya atau persembahan paling mendasar kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setiap hari melakukan pengabdian secara terus menerus dapat berarti bhakti kita dan persembahan kita kepada Tuhan kita lakukan dengan tidak terputus. Hal ini akan mendekatkan kita kepada Tuhan dan memberikan kita ketenangan hati serta rasa syukur. (Asih, Punia, Bhakti)

Hati yang tenang dan selalu bersyukur memancarkan energi positif kepada alam sekitar. Bayangkan apabila seluruh keluarga besar Poltekpar Bali berenergi positif karena hubungannya dengan Tuhan dan sesama manusia berjalan harmonis! Taksu kampus sebagai tempat belajar yang nyaman akan tercipta. Hal ini akan beresonansi terhadap energi baik di sekitar kita, sehingga bukan tidak mungkin dengan menerapkan konsep Tri Hita Karana di kampus, kita tidak hanya menumbuhkan hal baik di dalam lingkungan internal saja. Energi baik ini akan tumbuh melingkupi sekitar kita juga dan terbawa hingga saat kita keluar kampus untuk kembali ke masyarakat.

Lalu bagaimana dengan rezeki? Rezeki sesungguhnya adalah buah dari usaha. Dengan memupuk bhakti dengan senantiasa mengabdi secara tulus dan ikhlas, roda rezeki akan berputar lancar. Tentu saja rezeki yang dimaksud bukan hanya mengenai materi, namun juga hubungan baik dan kesehatan lahir batin. Rezeki yang dilandasi dengan pengabdian yang tulus sifatnya akan sustainable atau berkelanjutan. Karena kunci dari sustainability adalah:

- Terciptanya human ecology yang baik, yaitu pengaruh kolektif tindakan manusia terhadap alam;

- Manusia secara bersama-sama (kolaboratif) berkontribusi untuk keseimbangan hubungan antara manusia, alam dan Sang Pencipta;

- Manusia dapat mengendalikan tingkat produksi dan konsumsinya sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak membebani alam terlalu berat, karena sesungguhnya alam mampu menyediakan apa yang kita perlukan sesuai kebutuhan.

Semoga keseimbangan hubungan antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam, dan manusia dengan Penciptanya dapat senantiasa terjalin, baik di kampus kita maupun di dunia, sehingga kebahagiaan dapat tercipta secara berkelanjutan.

 

Salam, Rahayu, dan Manganjali Karya Werdhi

IB Putu Puja

Bagikan :

Selengkapnya

22 May 2020
Prodi MBP Poltekpar Bali bersama Estepers mengadakan Webinar E-Learning “Introduce to Cargo Industry”
Detail
22 May 2020
Prodi MKH Poltekpar Bali bersama Estepers Gelar E-Learning “Destination and Venue Marketing”
Detail
Facebook