KUAK HIDDEN GEMS DI TIMUR TABANAN : PRODI MTP POLTEKPAR BALI SUKSES GELAR PKM DI DESA GUNUNG SALAK, TABANAN

29 Mar 2021 KUAK HIDDEN GEMS DI TIMUR TABANAN : PRODI MTP POLTEKPAR BALI SUKSES GELAR PKM DI DESA GUNUNG SALAK, TABANAN

Politeknik Pariwsata Bali sebagai perguruan tinggi negeri pariwisata di Bali selalu menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai salah satu tugas dari sebuah lembaga pendidikan. Salah satu elemen yang diterapkan adalah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pada Senin, 29 Maret 2021, Porgram Studi Magister Terapan Pariwisata (MTP) menggelar acara pembukaan kegiatan PKM di Desa Wisata Gunung Salak Kec. Selemadeg Timur, Kab. Tabanan. Kegiatan dilaksanakan selama tiga (3) hari terhitung dari Minggu – Selasa, 28 – 30 Maret 2021.

Nama Desa Gunung Salak bagia sebagian masyrakat mungkin akan tertuju pada Gunung Salak yang berada di Bogor atau mendeskripsikan sebuah desa yang komoditas penghasil buah salak. Namun, Desa Wisata Gunung Salak merupakan salah satu desa wisata yang berada di Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Pengunaan nama ‘Salak’ berasal dari kata ‘Selako’ yang bermakna ‘Perak’. Desa Gunung Salak sendiri telah menjadi desa wisata sejak tahun 2017 setelah diterbitkannya SK Bupati Tabanan No.180/225/03/HK&HM/2017. Daya Tarik wisata di Desa Gunung Salak yang utama adalah pemandangan alam berupa perbukitan, pegunungan, terasering sawah, mata air, air terjun dan lain sebagainya. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat diidentifikasi menjadi masalah dalam pengelolaan di Desa Gunung Salak.

Prodi MTP Poltekpar Bali mengidentifikasi empat masalah pengelolaan di Desa Wisata Gunung salak meliputi 1) tata kelola desa wisata yang tidak maksimal; 2) kemampuan komunikasi bahasa asing yang kurang; 3) pelayanan akomodasi yang belum memadai; dan 4) kewirausahaan yang kurang. Dalam sambutan ketua pelaksana kegiatan, Dr. I Putu Utama, SE.,MM, tujuan diadakannya PKM Prodi MTP di Desa Wisata Gunung Salak yaitu untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan, serta pembentukan sikap masyarakat yang profesional dalam mengelola desa wisata. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 30 orang yang terdiri dari unsur aparatur desa, pengurus obyek wisata, pengelola akomodasi, perkumpulan seni, PKK, dan karang taruna.

Pada kesempatan kali ini, Kepala Desa Gunung Salak, yang diwakili oleh Sekretaris Desa, I Gusti Agung Sumerta, menyambut baik kegiatan pelatihan pengelolaan desa wisata oleh Prodi MTP Poltekpar Bali. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memang kami sedang mengembangkan desa wisata yang merupakan cita-cita kami sebagai dasar kami dalam mengembangkan pendapatan desa” Desa Gunung Salak yang baru ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2017 memang menjadi potensi destinasi wisata baru di Kab. Tabanan mengingat Desa Gunung Salak masih mempertahankan potensi alaminya. Hal ini sejalan dengan ungkapan Kepala Dinas Pariwisata Daerah Tabanan, I Gede Sukanada, AP.,SH,M.Si, yang dalam pemaparannya tentang ‘Konsep Pengembangan Pariwisata Kabupaten Tabanan’, mengungkapkan keinginan agar Desa Wisata Gunung Salak dapat berkembang dari segi pelayanan dan akomodasi. Beliau menuturkan bahwa 

Rencannya, pelatihan pengelolaan Desa Wisata Gunung Salak dilaksanakan selama 2 hari mulai 29 -30 Maret 2021. Peserta dipaparkan beragam materi pelatihan mulai dari kebijakan pemerintah dalam pengembangan Desa Wisata Gunung Salak, tata kelola destinasi, teknik berkomunikasi, Sapta Pesona, dan pengelolaan akomodasi dan kewirausahaan.

Bagikan: