Media Pelatihan Kelola Pariwisata, Poltekpar Bali Laksanakan PKM Bisnis Hospitaliti di Desa Kenderan

27 Jun 2022 Media Pelatihan Kelola Pariwisata, Poltekpar Bali Laksanakan PKM Bisnis Hospitaliti di Desa Kenderan

Bali sudah dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia karena memiliki berbagai potensi wisata. Salah satu potensi yang dimiliki Bali adalah kawasan perdesaan dengan sumber daya alam yang masih alami, kehidupan sosial dan seni budaya masyarakat, serta kuliner lokal dan lainnya. Semua sumber daya dan daya tarik yang dimiliki kawasan perdesaan menjadi potensi desa untuk dikembangkan sebagai pariwisata pedesaan. Pengembangan pariwisata pedesaaan diharapkan dapat menopang pembangunan pariwisata di Indonesia. Wisata pedesaan adalah suatu kegiatan pariwisata di wilayah yang menawarkan daya tarik wisata berupa keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan, baik dari kehidupan sosial, ekonomi dan adat istiadat masyarakat setempat, arsitektur bangunan maupun struktur tata ruang desa yang khas atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik (Depbudpar, 2001). Daya tarik utama wisata pedesaan adalah keaslian dan keunikan dari berbagai atraksi dan produk yang ditampilkan. Bentuk pengembangan wisata perdesaan adalah berbasis masyarakat. Pariwisata dijadikan wahana untuk menjaga alam dan lingkungan perdesaan, memelihara sosial dan budaya masyarakat setempat agar dapat dipergunakan untuk kepentingan saat ini maupun masa mendatang.


Pariwisata diharapkan dapat mendorong dan mendukung masyarakat desa dalam pengembangan desanya yang mencakup peningkatan kapasitas dalam proses produksi yang lebih luas, peningkatan peluang kehidupan sosial budaya, peningkatan kapasitas untuk memahami ekosistem dan melestarikan lingkungan dan peningkatan kapasitas menjadi tuan rumah yang berjati diri, beretika, dan tetap ramah menyambut wisatawan dari berbagai latar belakang sosial budaya yang berbeda. Upaya pengembangan wisata pedesaan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh desa seperti pertanian, perkebunan, sosial budaya masyarakat, kuliner asli desa dengan melibatkan masyarakat pedesaan.
Pemberdayaan masyarakat dapat disertakan melalui peran dan aspirasi masyarakat pedesaan yang selaras dengan pendayagunaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki desa tanpa meninggalkan unsur keorisinalan dan keunikan potensi tersebut. Berdasarkan amanat Presiden Republik Indonesia, sektor pariwisata Indonesia diharapkan dapat terus diperkuat dan dikembangkan menjadi sektor unggulan dan core business pembangunan nasional. Sebagai sektor unggulan, tentu dibutuhkan inovasi dan perancangan terhadap berbagai produk unggulan pariwisata. Salah satunya adalah dengan mengembangkan wisata perdesaan. Pengembangan wisata perdesaan diharapkan dapat menjadi wisata alternatif bagi wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Indonesia (Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, 2019)


Desa Kenderan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar yang memiliki potensi untuk mengembangkan wisata pedesaaan sekaligus sebagai desa wisata. Desa Kenderan merupakan sebuah desa tua yang sangat terberkati dengan landskap alam yang sangat indah dan kehidupan sosial budaya masyarakat yang sangat unik. Dari sisi lanskap alam Desa Kenderan memiliki air terjun yang memikat dan 7 macam sumber mata air abadi yang disucikan (beji). Potensi Desa Kenderan di bidang sosial budaya meliputi seni ukir, seni lukis, seni tari, seni tabuh, tradisi mekukung, mepeed, ngaturang tirta ening, melasti yang selalu dilaksanakan saat ada upacara piodalan di Pura, Desa Kenderan juga menyimpan banyak peninggalan sejarah berupa sarkofagus. Sebagai sebuah desa tua, Desa Kenderan dapat dibuktikan dari eksistensi Batu Cetak Nekara yang tersimpan di Pura Desa Manuaba dan keberadaan sarkofagus yang tersimpan di Pura Batulusu di wilayah Subak Uma Lawas. Benda-benda arkeoligis ini diperkirakan berasal dari 600-500 SM pada zaman batu besar (Megalitikum) sampai pada zaman peralihan antara zaman batu dengan zaman perunggu. Masyarakat Desa Kenderan sangat menyucikan keberadaan temuan arkeologis ini. Kreativitas seni yang berbasis budaya setempat menjadi alasan yang kuta untuk mengekplorasi Desa Kenderan secara lebih mendalam agar dapat selaras dan harmoni dengan alam dengan manusia.


Keberadaan Puri dan Pura Griya Sakti Manuaba yang masih alami menjadi potensi lain dari desa Kenderan untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Keberadaan Desa Kenderan sebagai desa wisata telah ditetapkan pada tahun 2018 oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar. Perkembangan Desa Kenderan sebagai sebuah destinasi wisata sampai saat ini sudah cukup terlihat. Hal ini ditandai dengan berkembangnya berbagai usaha pariwisata seperti sarana akomodasi yaitu hotel, vila, dan bentuk akomodasi lainnya. Berbagai sarana rumah makan dan hiburan lainnya juga sudah terlihat. Dari sekian banyak usaha jasa pariwisata yang ada memang masih didominasi oleh investor luar. Kepemilikan usaha pariwisata oleh masyarakat lokal masih terbatas dan diusahakan secara individu. Keterlibatan masyarakat secara kelembagaan desa masih sangat minim. Untuk menumbuh kembangkan keterlibatan masyarakat lokal menangkap peluang yang ada memang telah dibentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Namun demikian Pokdarwis yang ada masih sangat memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik intenal desa (desa dinas maupun desa adat) dan pihak eksternal. Oleh Sebab itu Politeknik Pariwisata Bali mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh program studi Bisnis Hospitaliti yang berlangsung selama tiga hari pada tanggal 21-23 Juni 2022 yang bertempat di Desa Kenderan kecamatan Tegalalang kabupaten Gianyar. “Dari pokdarwis sendiri belum bias memberikan terbaik untuk desa kami karena kami belum bias mengelola dengan baik, kami mohon agar kegiatan PKM ini dapat berjalan kesinambungan” ungkap Bapak Dewa Gede Kusumajaya selakuKepala Desa Kenderan. Karena selama ini masyarakat sebagai peserta pelatihan dari pihak lain masih belum merasakan adanya kegiatan untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah dikembangkan secara nyata dan terukur dalam konteks ketersediaan berbagai potensi yang dimiliki Desa kenderan. Pokdarwis Desa Wisata Kenderan berencana untuk membuat kegiatan yang secara nyata dapat dijadikan media pelatihan pengelolaan kegiatan wisata secara mandiri oleh masyarakat.


Pokdarwis merencanakan pada tahun 2023 telah terwujud sebuah kegiatan wisata (seperti misalnya Festifal Desa) sebagai bentuk awal dari keterlibatan masyarakat Desa Kenderan dalam kegiatan pariwisata secara mandiri. Namun demikian Pokdarwis sampai saat ini belum memiliki sebuah perencanaan yang nantinya menjadi pedoman dalam pelaksanaannya. Pokdarwis masih memiliki keterbatasan dalam hal; data dan informasi terkait kegiatan yang akan dilakukan sehingga memberikan nilai kepada masyarakat dan wisatawan, belum jelasnya pasar sasaran serta cara perolehannya, saluran distribusi, hubungan dengan pelanggan, berbagai aktifitas kunci yang harus dilakukan, mitra kunci kegiatan, berbagai kebutuhan sarana dan prasarana, dan perolehan pendapatan (revenue) dan pengelolaan biaya. ”Ini adalah tahun ke dua pendampingan oleh karena itu tahun depan sudah bisa mulai kegiatan secara nyata dalam membuat Living Culture Festival. Jadi ayo kita serap apa saja yang telah diberikan ilmunya, besar harapan juga Poltekpar Bali nantinya juga bisa ikut terjun dalam membantu berlangsungnya kegiatan Living Culture Festival” ujar Ibu Ari Trisna Handayani selaku Camat Tegallalang. Pendampingan ini akan dilakukan dalam usaha meningkatkan pengetahuan tata kelola bisnis, serta keterampilan dalam menyusun sebuah rencana bisnis. Berbagai materi pendampingan untuk menyusun rencana bisnis yang akan disampaikan mengacu pada Business Model Canva seperti Identiifikasi Segmen dan Pasar Sasaran, Identifikasi nilai (value) dari Produk dan Layanan Jasa, Penentuan Saluran Distribusi, Sumber Pendapatan (revenue stream), Mengembangkan Hubungan dengan Pelanggan, Penentuan Sumber Daya (Key Resources), Penentuan Aktifitas Kunci, Penentuan Mitra Kunci dan Pengelolaan Struktur Biaya.


Wakil Direktur III Poltekpar Bali menyatakan “Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam meningkatkan peran dan keterlibatan masyarakat Desa Kenderan dalam menyusun rencana bisnis, serta para mahasiswa juga dapat berinteraksi dengan masyarakat luas yang merupakan sumber-sumber informasi dalam rangka peningkatan wawasan, pengetahuan, dan dapat menjalin kerjasama (networking) yang berdampak positif bagi pengembangan dan profesionalitas diri” ujar Dr. Luh Yusni Wiarti, A.Par., SE,M.Par.,M.Rech. Pada kegiatan PKM ini juga mendatangkan Narasumber yang didapat yakni Bapak Drs.I Nengah Moneng. Diharapkan peserta dapat memiliki gambaran bagaimana suatu event akan di selenggarakan nantinya. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan serta apa saja yang meyertai persiapan pelaksanaannya. Ketua Pokdarwis yang hadir pada kegiatan ini juga berharap “Adik-adik Desa Kenderan dapat menjadi Garda Terdepan, oleh karena itu di harapkan adik-adik menguasi 5CO yaitu Commitment, Community, Collaborasi, dan yang terakhir Commercial Efek namun tak hanya adik-adik Desa Kenderan saja tapi para senior bapak-bapak dan ibu-ibu juga dapat menjadi garda terdepan di Desa Kenderan” ujar I Wayan Dumya.

Bagikan: