Berita

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Pariwisata Bali di Desa Cau Belayu, Marga, Tabanan ‘A Phylosophy to Live in Harmony’
18 Nov 2020 | Komentar

Politeknik Pariwisata Bali (Poltekpar Bali) sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia menjunjung Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Salah satunya adalah Pengabdaian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Desa Cau Belayu, Marga, Kabupaten Tabanan. Politekpar Bali memilih Desa Cau Belayu sebagai desa wisata dampingan yang sejalan dengan program Pendampingan Desa Wisata yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf). Desa Cau Belayu merupakan desa di kabupaten Tabanan yang memiliki potensi wisata yang sangat tinggi, namun belum dikemas dan dipromosikan secara maksimal. Hal ini melatarbelakangi Poltekpar Bali dalam melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Cau Belayu.

 

Adapun prorgam pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu pada bulan 9-11 Juli 2020 diawali dengan pelaksanaan Training of Trainner (ToT), selanjutnya pada 21 Agustus 2020 dilaksanakan penjajagan di Desa Cau Belayu guna mengetahui kondisi dan potensi yang ada di desa. Pada 9 September 2020 dilakanakan Bimbingan Teknis Pendampingan Desa Wisata terkait penerapan protokol kesehatan, pengemasan hingga pemasaran produk desa wisata. Selanjutnya pada 22 September 2020 dilakukan pemetaan potensi dan pembuatan story line. Hal ini dilaksanakan dalam rangka pembuatan video wisata di Desa Cau Belayu yang diiringi dengan shooting video promosi pada 27 September 2020. Kegiatan berlanjut dengan kegaitan padat karya yakni bakti lingkungan dengan melakukan kerja bakti membersihkan area desa wisata Cau Belayu yang berlangsung pada 11 Oktober 2020. Kemudian pada 20 Oktober 2020 dilaksanakan kegiatan pelatihan pengembangan desa wisata.

 

Kegiatan PKM ini disambut baik tidak hanya dari tim pelaksana Poltekpar Bali, namun juga dari lingkungan Desa Cau Belayu. Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Drs. Ida Bagus Puta Puja, ST., M.Kes, mengatakan kegiatan ini merupakan penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selalu dilaksanakan oleh Poltekpar Bali. Kami harapkan agar program ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat penggiat wisata di Desa Cau Belayu. Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa Cau Belayu, I Putu Eka Jayantara. Dalam penuturannya, kegiatan PKM ini sangat bermanfaat dalam peningkatan Sumber Daya Manusia sehingga dapat mengembangkan potensi wisata di Desa Cau Belayu. Selain itu, Sekretaris Kemenparekraf, Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc.,CHE, juga turut hadir dalam kegaitan PKM di Desa Cau Belayujuga memberikan pandangannya terhadap kegiatan ini. Beliau menuturkan, Desa Cau Belayu yang merupakan desa wisata yang masih baru memang perlu untuk digali lebih dalam potensinya. Warga dan stakeholder sangat antusias dengan kegaitan PKM ini dimana kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang bukan semata-mata hanya pada manfaat ekonomi saja, tetapi justru dengan pengembangan wisata ini sehingga kualitas kehidupan masyarakat dapat meningkat.

 

Kegiatan PKM di Desa Cau Belayu akhirnya sampai pada tahap penilaian oleh 2 orang juri dari Kemenparekraf/Barekraf yang dimulai pada 15 November 2020. Adapun beberap aspek penilaiannya adalah laporan pendampingan, penerapan CHSE, dan pengembangan potensi produk wisata. Setelah sampai di lokasi penyambutan yaitu di rumah salah satu warga Desa Cau Belayu, kedua juri disambut dengen welcome drink yang merupakan produk lokal yaitu Teh Kayu Manis. Selanjutnya, para juri diajak untuk berkeliling dan mengenalkan budaya Bali, khususnya dalam arsitektur khas Bali. Tidak lupa, warga juga mengenalkan produk lokal khas Cau Belayu diantaranya adalah kripik dari hasil bumi, klepon, teh kayu manis, tape dan pengolahan tuak sebagai pengembang kue. Adapun daya tarik wisata alam yang ditawarkan di Desa Cau Belayu adalah Air Terjun Pengempu, Tubing, Camp Ground, trekking, areal persawahan, aktivitas menanam padi, Becak Village Tour, Wisata spiritual Toya Langse dan aktivitas mejejaitan.

 

Salah satu juri, Lia Afriza, dalam penjelasannya menuturkan bahwa kunjungan kali ini merupakan penilaian bagaimana upaya Poltekpar Bali dalam mendampingi Desa Cau Belayu dalam menjadi desa wisata. Ditambahkan pula bahwa Cau Belayu baru saja ditetapkan sebagai desa wisata ke-24 oleh Bupati Tabanan pada 19 Agustus 2020 lalu. Hal ini menjadi poin penting bagaimana Poltekpar Bali mampu mengarahkan desa Cau Belayu menjadi desa wisata yang baik dimulai dari pengolaan SDA dan SDMnya. Hal tersebut dipercaya menjadi hal yang esensial di bidang industri pariwisata, yaitu hospitaliti. Selain itu, pengembangan eksternal juga penting dalam meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap desa wisata di desa Cau Belayu melalui berbagai upaya seperti video promosi. Dalam mewujudkan hal ini, tim pendampingan desa Cau Belayu dan mahasiswa dari Poltekpar Bali telah membuat video promosi yang sudah diunggah di situs Youtube. Diharapkan pembuatan video promosi dapat meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap destinasi wisata baru di Kabupaten Tabanan pada khususnya dan Bali pada umumnya. Tim juri juga melakukan sesi wawancara dengan perangkat desa, kelompok sadar wisata dan mahasiswa terkait pendampingan desa wisata yang dilaksanakan oleh Poltekpar Bali. Kunjungan juri diakhiri dengan peninjauan ke beberapa potensi wisata seperti Air Terjun Pengempu dan industri pembuatan tuak menggunakan becak.

 

Bagikan :

Selengkapnya

25 Nov 2020
Webinar Tradisi Dalam Kreasi Rangkaian Bunga
Detail
25 Nov 2020
Pengarahan Tim Sepak Bola Politeknik Pariwisata Bali dalam Tourism Youth Football League 2020
Detail
Facebook