Berita

Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Destinasi Pariwisata, Poltekpar Bali di Desa Adat Gelagah linggah, Kintamani
3 Nov 2020 | Komentar

Pada semester ganjil Tahun Akademik 2020/2021 ini, kembali Program Studi Destinasi Pariwisata (DPW), Politeknik Pariwisata Bali melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan tersebut sesungguhnya merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh para Dosen selain melakukan pengajaran dan penelitian (Tri Dharma Perguruan Tinggi). Lokasi yang dipilih untuk melakukan PKM adalah Desa Adat Gelagahlinggah, Kecamatan Kintamani, Bangli.

Desa Gelagahlinggah sebelumnya telah menjadi lokasi dari tiga (3) kegiatan PKM Program Studi Destinasi Pariwisata. Kegiatan pertama dilaksanakan pada tahun 2018 dengan fokus pada upaya untuk mensosialisasikan kesadaran wisata, sapta pesona, pelayanan prima dan pengelolaan pariwisata. Kegiatan berikutnya dilaksanakan pada tahun 2019 dengan fokus kegiatan dalam hal meningkatkan pemahaman warga Desa Adat Gelagahlinggah mengenai pengemasan produk wisata dan pemasarannya. Kegiatan ketiga (3) dilakukan pada tahun 2020, untuk mendampingi masyarakat dalam menyusun dokumen legal berupa naskah perjanjian kerjasama yang akan memungkinkan mereka mengelola Hutan Pinus Gelagahlinggah sebagai lokasi pengembangan pariwisata. Naskah perjanjian kerjasama tersebut dibutuhkan karena Hutan Pinus sesungguhnya merupakan tanah milik negara yang pengelolaannya berada di bawah kendali intansi pemerintah, yaitu Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur.

Dengan telah ditandatanganinya naskah kerjasama pengelolaan Kawasan Hutan Pinus Gelagahlinggah tersebut, diperlukan upaya selanjutnya, yaitu untuk mempersiapkan produk wisata yang bisa dikembangkan di Hutan Pinus Gelagahlinggah. Untuk itu, Program Studi Destinasi Pariwisata (DPW) kembali melakukan kegiatan PKM untuk keempat kalinya (4) di Desa Adat Gelagahlinggah. Kegiatan yang keempat (4) ini dilakukan untuk mendampingi mereka melakukan analisis potensi wisata. Tujuan dari melakukan analisis potensi tersebut adalah untuk memperoleh gambaran aktivitas wisata apa saja yang bisa dikembangkan di Hutan Pinus Gelagahlinggah, yang dapat menarik minat pengunjung untuk mengunjunginya, dengan tetap menjaga fungsi utama hutan sebagai area konservasi, sambil secara ekonomi memberikan nilai tambah bagi warga Desa Adat Gelagahlinggah.

Analisis Potensi dilakukan dengan melakukan survei di Hutan Pinus Gelagahlinggah, melibatkan mahasiswa Program Studi Destinasi Pariwisata semester lima (5). Survei dilakukan dengan menjadikan mahasiswa tersebut sebagai responden yang akan memberikan data mengenai potensi wisata hutan Pinus Gelagahlinggah. Untuk memperoleh data dengan jumlah mencukupi sesuai kebutuhan analisis, data juga dikumpulkan dari para mahasiswa Program Studi Destinasi Pariwisata semester tujuh (7) serta mahasiswa Program Studi Manajemen Kepariwisataan semester tiga (3) yang sebelumnya sudah pernah melihat langsung situasi dan kondisi di Hutan Pinus Gelagahlinggah. Kuesioner dengan 58 pernyataan diberikan kepada mahasiswa tersebut sebagai instrumen yang memungkinkan mereka memberikan data mengenai potensi wisata Hutan Pinus Gelagahlinggah. Data hasil survei selanjutnya diolah oleh Dosen Program Studi DPW sehingga menghasilkan informasi berupa potensi wisata serta rekomendasi strategi untuk mengembangkan potensi wisata tersebut.

Analisis potensi mengungkap bahwa kesegaran dan kebersihan udara serta keunikan vegetasi Hutan Pinus Gelagahlinggah paling sesuai untuk dinikmati oleh pengunjung melalui aktifitas menyusuri hutan (trekking). Hal tersebut didasarkan atas pemikiran bahwa trekking merupakan aktifitas yang mempu memaksimalkan pengalaman pengunjung berwisata di Hutan Pinus dengan tetap menjaga kelestarian hutan sebagai area konservasi.

Melalui pelaksanaan kegiatan PKM tersebut diharapkan para Dosen Program Studi Destinasi Pariwisata mampu mengimplementasikan pengetahuan yang dimiliki. Selain itu, kegiatan PKM yang dilakukan juga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi warga Desa Adat Gelagahlinggah, dalam mengembangkan pariwisata di tanah hutan milik negara, yang juga merupakan wilayah adat (wewengkon) Desa Adat Gelagahlinggah.

Bagikan :

Selengkapnya

25 Nov 2020
Webinar Tradisi Dalam Kreasi Rangkaian Bunga
Detail
25 Nov 2020
Pengarahan Tim Sepak Bola Politeknik Pariwisata Bali dalam Tourism Youth Football League 2020
Detail
Facebook