PERTAJAM PENGELOLAAN DESA WISATA, PRODI MTP POLTEKPAR BALI GELAR PELATIHAN DI BR. TEGALLINGGAH, DESA BEDULU, GIANYAR

16 Oct 2021 PERTAJAM PENGELOLAAN DESA WISATA, PRODI MTP POLTEKPAR BALI GELAR PELATIHAN DI BR. TEGALLINGGAH, DESA BEDULU, GIANYAR

Salah satu desa di Kabupaten Gianyar, Desa Bedulu, memiliki cerita sejarah dan keunikan alamnya tersendiri. Desa yang sejatinya merupakan salah satu desa kuno dan unik di Gianyar dikatakan pernah menjadi pusat pemerintahan Bali sejak Dinasti Warmadewa pada pemerintahan Maharaja Sri Asta Suraratna Bumi Banten. Tidak hanya nilai sejarah yang dimiliki, Desa Bedulu memiliki potensi wisata yang beragam dan belum dieksplorasi dengan baik, khususnya di daerah Banjar (Br.) Tegallinggah.

Br. Tegallinggah merupakan salah satu banjar di Desa Bedulu yang memiliki potensi wisata yang dipandang peru untuk dikembangkan. Melalui observasi yang dilakukan oleh tim Prodi Magister Terapan Pariwisata (MTP) Poltekpar Bali, terdapat beberapa permasalahan yang perlu diatasi terkait pengelolaan desa wisata di Br. Tegallinggah. Adapun permasalah tersebut meliputi tata kelola potensi wisata, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing, pelayanan dengan menerapkan protokol kesehatan dan CHSE, serta kurangnya kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship) bagi masyarakat di Br. Tegallinggah. Oleh karena itu, dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi MTP Poltekpar Bali tergerak untuk melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Br. Tegallinggah pada Sabtu dan Minggu, 16 – 17 Oktober 2021. Kegiatan dilaksanakan di Jaba Pura Sucen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan pengukuran suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer, mengenakan masker dan menjaga jarak.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. I Putu Utama, SE.,MM, dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan dari diadakan PKM Prodi MTP adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan, serta pembentukan sikap masyarakat yang profesional dalam mengelola desa wisata. “Sebanyak 30 peserta yang hadir merupakan kader pembangunan wisata di Br. Tegallinggah dimana potensi atraksi dan potensi alam di Br. Tegallinggah di Desa Bedulu dapat dikembangkan dalam rangka menambah obyek wisata di Bali”, tutur I Putu Utama.  Kegiatan juga dihadiri oleh Kelian Dinas Br. Tegallinggah, Wayan Aryasa. Wayan Aryasa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada warga Br. Tegallinggah yang telah antusias dan mau mengembangkan desa wisata di Desa Bedulu. “Kami harapkan pelatihan ini dapat memberikan kontribusi positif untuk tumbuh kembang destinasi wisata di Desa Bedulu”, ucap Wayan Aryasa. Direktur Poltekpar Bali, Drs. Ida Bagus Putu Puja, membuka kegiatan secara resmi sekaligus memberikan sambutan. Dalam sambutan beliau, Drs. Ida Bagus Putu Puja memberikan informasi bahwa terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan desa wisata meliputi 1) potensi wisata; 2) Aksesibilitas dan 3) komitmen dari pemangku kepentingan. Usai memberikan sambutan, Direktur Politeknik Pariwisata Bali membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Br. Tegallinggah.

Kegiatan pelatihan diikuti dengan antusias oleh peserta pelatihan. Berbagai materi pelatihan disajikan oleh narasumber yang meliputi Kepala Desa Bedulu, Kadisparda Kabupaten Gianyar serta dosen Prodi MTP Poltekpar Bali. Adapun materi yang dipaparkan meliputi kebijakaran pemerintah dalam pengembangan desa wisata di daerah Gianyar, tata kelola destinasi, teknik berkomunikasi dan berinteraksi dengan wisatawan, Sapta Pesona, CHSE, dan kewirausahaan. Materi mencakup keseluruhan informasi yang diperlukan oleh pengelola wisata di Br. Tegallinggah dalam mengembangkan potensi wisata dan meningkatkan pelayanan di daerah wisata. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh peserta pada kegiatan diskusi di setiap sesi narasumber. 

Diharapkan kegiatan pelatihan dapat memberikan pemahaman tentang pengelolaan desa wisata di Br. Tegallinggah serta kegiatan pelatihan dapat diadakan secara berkelanjutan hingga memberikan hasil yang positif bagi masyarakat di Br. Tegallinggah.

 

 

Bagikan: