Berita

POLTEKPAR BALI DAMPINGI DESA CAU BELAYU TABANAN DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA
11 Nov 2020 | Komentar

Politeknik Pariwisata Bali (Poltekpar Bali) gelar pendampingan desa wisata sebagai bentuk komitmen dalam membangun sumber daya manusia pariwisata yang berkualitas. Hal ini diungkapkan oleh Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes selaku Direktur Poltekpar Bali yang terus mendorong agar dosen tetap produktif dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi meski di tengah pandemi.  Menurut Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par.,CHE.,CEM selaku Kepala P3M Poltekpar Bali  mengatakan dari tahun ke tahun, pengabdian kepada masyarakat terus diupayakan secara maksimal agar mampu menghasilkan sumber daya manusia pariwisata yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Sebagai tindak lanjut tersebut, kali ini Poltekpar Bali mendampingi Desa Cau Belayu Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan dalam pengembangan desa wisata.

Desa Cau Belayu dipilih dikarenakan memiliki potensi dan peluang dalam industri pariwisata seperti terdapatnya daya tarik Air Terjun Tukad Pengempu. Selain atraksi wisata, Desa Wisata Cau Belayu juga didukung oleh aksesibilitas yang sangat baik dan dekat dengan daya tarik wisata yang telah popular seperti Sangeh Monkey Forest. Hal ini dapat dimanfaatkan menjadi  spektrum pemasaran oleh Desa Wisata Cau Belayu. Dalam mendukung pengembangan tersebut, tentunya diperlukan organisasi atau pengelola yang siap dalam memberikan pelayanan berkualitas sehingga desa wisata Cau Belayu mampu eksis dan berkembang menjadi desa wisata mandiri.

Ni Made Tirtawati, S.Si.,M.Par yang menjadi Ketua Pendamping Desa Wisata Poltekpar Bali mengatakan serangkaian kegiatan telah dilakukan untuk mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola desa wisata Cau Belayu sejak juli hingga oktober 2020. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan model bimtek, pelatihan, program padat karya, sosialisasi CHSE dan juga langsung terjun ke lapangan untuk pengemasan produk desa wisata. Sebelumnya, kegiatan pendampingan telah diawali dengan adanya Penandatangan MoU pada bulan Pebruari 2020 antara Poltekpar Bali, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pada bulan juli dilaksanakan Pelatihan Training of Trainer (ToT) Pendampingan Desa Wisata bagi dosen PTNP di Bawah Kemenparekraf. Sebagai tindak lanjut ToT, peserta pendampingan dari Desa Cau Belayu mendapatkan Bimbingan Teknis Pelatihan Desa Wisata yang juga difasilitasi oleh Kemenparekraf. Pada kegiatan ini peserta pendampingan yang terdiri dari komponen pengelola desa wisata, pokdarwis, pemerintah desa dan tokoh adat mendapatkan materi tentang tahapan pengembangan desa wisata, pemetaan potensi, pengemasan produk dan standar pelayanan dengan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety dan Environment (CHSE). Selanjutnya, untuk memperkuat eksistensi desa wisata Cau Belayu, pada bulan oktober diadakan pelatihan tata kelola desa wisata dengan narasumber akademisi Poltekpar Bali yakni Ida Bagus Gde Agung Widana, SH.,M.Par.,Dipl.TM dan Dr. I Wayan Mertha, SE.,M.Si.

Menurut Kepala Desa Cau Belayu I Putu Eka Jayantara, Desa Cau Belayu akhirnya ditetapkan sebagai desa wisata dengan Keputusan Bupati Tabanan pada tanggal 19 Agustus 2020. Setelah penetapan tersebut, ia berterima kasih dan berharap Poltekpar Bali terus memberikan pendampingan guna peningkatan kapasitas masyarakat Desa Cau Belayu dalam mendukung pengembangan desa wisata. Selain tata kelola desa wisata, Poltekpar Bali juga melakukan kegiatan padat karya yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan bersih-bersih desa dengan bertujuan mendukung penerapan program CHSE sebagai standar pelayanan. Kondisi di masa pandemi menjadi tantangan bagi Desa Cau Belayu yang baru merintis desa wisata. Hal inilah yang membuat Poltekpar Bali terus berupaya mendampingi desa wisata Cau Belayu agar menjadi desa wisata yang berkelanjutan. Selain program CHSE, Desa Cau Belayu juga dibekali teknik pemasaran digital dengan membuat video promosi desa wisata agar semakin dikenal oleh calon wsatawan. Hal ini sebagai bentuk komitmen Poltekpar Bali sebagai kampus pariwisata yang terus melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan mengawal pengembangan desa wisata agar semakin berkelanjutan

Bagikan :

Selengkapnya

25 Nov 2020
Webinar Tradisi Dalam Kreasi Rangkaian Bunga
Detail
25 Nov 2020
Pengarahan Tim Sepak Bola Politeknik Pariwisata Bali dalam Tourism Youth Football League 2020
Detail
Facebook