PRODI BHP POLTEKPAR BALI TINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT MEMBANGUN PARIWISATA PEDESAAN DI DESA TEGALLALANG DAN DESA KENDERAN DALAM KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

30 Oct 2021 PRODI BHP POLTEKPAR BALI TINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT MEMBANGUN PARIWISATA PEDESAAN DI DESA TEGALLALANG DAN DESA KENDERAN DALAM KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Berbicara mengenai daerah wisata, Kabupaten Gianyar masih sangat identik dengan kawasan Ubud. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah ‘Tricovillage’? Tricovillage merupakan sebutan untuk sebuah kawasan wisata yang menggabungkan tiga desa di Kecamatan Tegallalang yaitu Desa Taro, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan. Diantara desa-desa tersebut, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan tampaknya belum banyak dieksplorasi.

Berada dalam satu wilayah dengan Desa Taro, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan tampak masih belum optimal dalam pengembangan wisatanya. Desa Kenderan merupakan desa yang kaya akan keindah alam dan budaya. Desa Kenderan merupakan sebuah desa terpencil di pinggiran Ubud yang menyimpan banyak peninggalan sejarah berupa sarkofagus, tiga (3) Puri yang masih alami dan Pura Griya Sakti Manuaba. Selain itu, Desa Kenderan juga terberkati dengan landskap alam yang sangat indah, air terjun memikat dan 7 macam sumber mata air abadi yang disucikan (beji). Desa Kenderan dapat dikatakan sebagai representasi harmoni alam dengan manusia.

Desa Tegallalang memiliki ceritanya tersendiri. Selain sebagai kawasan wisata alam, Desa Tegallalang juga tersohor sebagai desa dengan artshop terpanjang di dunia. Dengan panjang 22 km dari ujung utara Ubud hingga ujung selatan Kintamani, Desa Tegallalang memanjakan para wisatawan dengan suguhan produk kreativitas masyarakat yang tiada batasnya. Produk-produk tersebut meliputi kerajinan tangan dari batu, kayu, bambu, emas, perak, kain hingga kaca. Kreativitas seni ini dapat dijumpai hapir di setiap pelosok Desa Tegallalang. Namun, tidak berhenti disitu saja. Desa Tegallalang juga memiliki ‘ceking’, yaitu tingkatan persawahan yang legendaris yang merupakan kekayaan cipta karsa manusia yang mampu mengolah berkah dari alam. Maka, tidak heran apabila Desa Tegallalang disebut juga sebagai pusat kreativitas manusia yang tiada batas. Hal inilah yang dapat dijadikan potensi wisata menarik di Desa Kenderan yaitu wisata pedesaan.

Wisata pedesaan adalah suatu kegiatan pariwisata di wilayah yang menawarkan daya tarik wisata berupa keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan. Daya tarik utama wisata pedesaan adalah keaslian dan keunikan dari berbagai atraksi dan produk yang ditampilkan. Sebagai salah satu desa tua di Bali, Desa Kenderan sangat layak untuk menerapan wisata pedesaan. Namun, dalam proses pengembangannya, terdapat beberapa kendala yang dialami. Adapun masalah tersebut meliputi kompetensi Sumber Daya Manusia pengelola pariwisata dan terbatasnya sarana pariwisata. Oleh karena itu, Program Studi Bisnis Hospitaliti (BHP) Politeknik Pariwisata Bali tergerak untuk memberikan kegiatan sosialisasi dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan PKM oleh Prodi BHP Poltekpar Bali merupakan pengabdian dengan tajuk ’Keterlibatan Masyarakat dalam Membangun Kawasan Pariwisata Pedesaan di Kecamatan Tegallalang, Gianyar-Bali’. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi ini dilaksanakan di Villa Kayangan, Desa Kenderan, Gianyar pada 27-29 Oktober 2021. Sosialisasi dilakasanakan selama dua hari dengan berbagai materi seputar pengembangan pariwisata pedesaan antara lain tentang pemahaman dasar pariwisata dan hospitaliti, peran pemangku kepentingan, peluang berwirausaha, etika komunikasi, pemahaman dasar hygiene dan sanitasi, serta pemahaman lintas budaya. Menurut Koordinator Program Studi BHP, Ir. Ida Ayu Kalpikawati, M.Si, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam meningkatkan peran dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pariwisata di Desa Kenderan dan Desa Tegallalang pada khususnya. Beliau juga menuturkan bahwa perbedaan potensi wisata di masing-masing desa bukan untuk dipertentangkan, namun untuk menguatkan. “Untuk menyatkukan perbedaan,diperlukan spirit kolaborasi sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan”, ujar Kalpikawati.

Sejumlah undangan hadir dalam kegiatan pembukaan PKM di Desa Kenderan ini antara lain Kadispar Kab. Gianyar, Camat Tegallalang, Penglingsir Puri Manuaba, Direktur Poltekpar Bali yang diwakili oleh Sekretaris Ketua Jurusan Hospitaliti Poltekpar Bali dan Unit P3M Poltekpar Bali. Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekpar Bali yang diwakili oleh Ida Ayu Sri Puspa Adi, S.Pd., M.Par. Secara simbolis, dua orang peserta dipilih untuk menyematkan tanda peserta sebagai tanda kegiatan PKM telah dibuka secara resmi. Adapun peserta kegiatan ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari anggota Kelompok Sadar Wisata dan Pelaku Usaha Kepariwisataan (Pemilik Akomodasi dan Pengelola DTW), Organisasi Kepemudaan (Pengurus Karang Taruna) di 15 Desa Kenderan dan 15  Desa Tegallalang.

Kegiatan PKM masih akan berlanjut hingga 29 Oktober 2021 dengan materi terkait etika komunikasi, hygiene dan sanitasi serta pembagian sertifikat peserta. Diharapkan kehadiran PKM Prodi BHP Poltekpar Bali dapat memberikan manfaat positif dalam pengembangan wisata pedesaan di Desa Kenderan dan Desa Tegallalang.

Bagikan: