Penelitian dan Pengabdian


Beranda / Program Studi

INFO PENELITIAN

. Lihat Semua

Rilis Berita

Program Studi Pariwisata Destinasi Pariwisata (DPW) Politeknik Pariwisata Bali Gelar Sosialisasi Tata Kelola Desa Wisata dan Pemanfaatan Media Digital Di Desa Wisata Kedisan,Gianyar

Program Studi Pariwisata Destinasi Pariwisata (DPW) Politeknik Pariwisata Bali Gelar Sosialisasi Tata Kelola Desa Wisata dan Pemanfaatan Media Digital Di Desa Wisata Kedisan,Gianyar

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali yang dilaksanakan oleh Program Studi Destinasi Pariwisata merupakan salah satu dari tugas pokok atau fungsi dari sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi yaitu Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini merupakan kegiatan pendampingan selama 3 tahun yang dilaksanakan oleh Prodi DPW, Kali ini kegiatan berlangsung pada tanggal 26 Juni 2022,  mengambil tema “ Sosialisasi Tata Kelola Desa Wisata dan Pemanfaatan Media Digital Di Desa Wisata Kedisan,Gianyar.” Pengabdian Masyarakat (PKM) ini dibuka langsung oleh Bapak Direktur Poltekpar Bali Drs Ida Bagus Putu Puja, M.Kes, dalam sambutannya Bapak Direktur Poltekpar Bali sangat berterima kasih kepada Prebekel Desa Kedisan yang telah memfasilitasi kegiatan PKM ini, dan diharapkan Kegiatan ini memberikan dampak yang bermanfaat sehingga Desa Wisata Kedisan lebih dikenal oleh masyarakat luas nantinya dan Kegiatan ini tidak berakhir sampai disini saja, perlu pendampingan yang berkelanjutan dengan Mou antara Desa Wisata Kedisan dan Poltekpar Bali. serta dalam sambutannya Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan  PKM Prodi  DPW Bapak Ida Bagus Gede Agung Widana, SH.,Dipl.TM,.M.Par ,sangat berterimakasih telah diberi kesempatan dari penjajakan dan sosialisasi dari Prodi DPW untuk melaksanakan Kegiatan PKM didesa Wisata Kedisan ini, sehingga nntinya dapat berkaloborasi memajukan Desa Wisata kedisan. Turut hadir juga Prebekel Desa Wisata Kedisan Bapak Dewa Ketut Raka dalam sambutannya diharapkan Kegiatan PKM ini membawa dampak yang baik untuk kemajuan Desa Wisata Kedisan ini, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat positif pariwisata dan dapat dinikmati oleh masyarakat desa kedisan khususnya. Dan juga turut hadir  Ka Unit P3M yang kali ini diwakilkan oleh Koordinator Bidang Penelitian Ibu Made Tirtawati,S.Si.,M.Par. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai pengelolaan desa wisata serta pemanfaatan media digital untuk memperkenalkan desa wisata. serta memberikan pengetahuan dan pemahaman pentingnya peran media digital  dalam media sosial dalam memperkenalkan potensi yang dimiliki oleh desa wisata kedisan , sehingga dalam pemberian paparan materi diskusi yang dilakukan pada kegiatan pkm ini , diharapkan memperoleh gambaran yang dapat dilakukan oleh komponen masyarakat, lembaga masyarakat dan lembaga desa lainnya dapat sesuai dengan harapan masyarakat desa wisata kedisan dan agar kedepannya desa wisata kedisan lebih dikenal oleh masyarakat luas. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Ini melibatkan 30 peserta terdiri dari Perangkat Desa Kedisan, Pengurus BUMDES, perwakilan desa adat, perwakilan banjar dinas dan perwakilan organisasi pemuda dan perwakilan Kelompok Pemerhati Air Terjun 3 Rasa. serta Materi dan Narasumber/Fasilitator antara lain adalah Narasumber pertama oleh I.B.G.A. Widana, SH., Dipl.TM., M.Par dengan materi Pengelolaan Desa Wisata dan Narasumber kedua oleh  Dr. Luh Yusni Wiarti, A.Par., SE. M.Par., M.Rech dengan materi Pemanfaatan Media Digital untuk Desa Wisata. serta para dosen dan mahasiswa semester 8  prodi dpw yang turut dalam kegiatan pkm ini.

Baca Selengkapnya
Media Pelatihan Kelola Pariwisata, Poltekpar Bali Laksanakan PKM Bisnis Hospitaliti di Desa Kenderan

Media Pelatihan Kelola Pariwisata, Poltekpar Bali Laksanakan PKM Bisnis Hospitaliti di Desa Kenderan

Bali sudah dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia karena memiliki berbagai potensi wisata. Salah satu potensi yang dimiliki Bali adalah kawasan perdesaan dengan sumber daya alam yang masih alami, kehidupan sosial dan seni budaya masyarakat, serta kuliner lokal dan lainnya. Semua sumber daya dan daya tarik yang dimiliki kawasan perdesaan menjadi potensi desa untuk dikembangkan sebagai pariwisata pedesaan. Pengembangan pariwisata pedesaaan diharapkan dapat menopang pembangunan pariwisata di Indonesia. Wisata pedesaan adalah suatu kegiatan pariwisata di wilayah yang menawarkan daya tarik wisata berupa keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan, baik dari kehidupan sosial, ekonomi dan adat istiadat masyarakat setempat, arsitektur bangunan maupun struktur tata ruang desa yang khas atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik (Depbudpar, 2001). Daya tarik utama wisata pedesaan adalah keaslian dan keunikan dari berbagai atraksi dan produk yang ditampilkan. Bentuk pengembangan wisata perdesaan adalah berbasis masyarakat. Pariwisata dijadikan wahana untuk menjaga alam dan lingkungan perdesaan, memelihara sosial dan budaya masyarakat setempat agar dapat dipergunakan untuk kepentingan saat ini maupun masa mendatang. Pariwisata diharapkan dapat mendorong dan mendukung masyarakat desa dalam pengembangan desanya yang mencakup peningkatan kapasitas dalam proses produksi yang lebih luas, peningkatan peluang kehidupan sosial budaya, peningkatan kapasitas untuk memahami ekosistem dan melestarikan lingkungan dan peningkatan kapasitas menjadi tuan rumah yang berjati diri, beretika, dan tetap ramah menyambut wisatawan dari berbagai latar belakang sosial budaya yang berbeda. Upaya pengembangan wisata pedesaan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh desa seperti pertanian, perkebunan, sosial budaya masyarakat, kuliner asli desa dengan melibatkan masyarakat pedesaan.Pemberdayaan masyarakat dapat disertakan melalui peran dan aspirasi masyarakat pedesaan yang selaras dengan pendayagunaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki desa tanpa meninggalkan unsur keorisinalan dan keunikan potensi tersebut. Berdasarkan amanat Presiden Republik Indonesia, sektor pariwisata Indonesia diharapkan dapat terus diperkuat dan dikembangkan menjadi sektor unggulan dan core business pembangunan nasional. Sebagai sektor unggulan, tentu dibutuhkan inovasi dan perancangan terhadap berbagai produk unggulan pariwisata. Salah satunya adalah dengan mengembangkan wisata perdesaan. Pengembangan wisata perdesaan diharapkan dapat menjadi wisata alternatif bagi wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Indonesia (Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, 2019) Desa Kenderan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar yang memiliki potensi untuk mengembangkan wisata pedesaaan sekaligus sebagai desa wisata. Desa Kenderan merupakan sebuah desa tua yang sangat terberkati dengan landskap alam yang sangat indah dan kehidupan sosial budaya masyarakat yang sangat unik. Dari sisi lanskap alam Desa Kenderan memiliki air terjun yang memikat dan 7 macam sumber mata air abadi yang disucikan (beji). Potensi Desa Kenderan di bidang sosial budaya meliputi seni ukir, seni lukis, seni tari, seni tabuh, tradisi mekukung, mepeed, ngaturang tirta ening, melasti yang selalu dilaksanakan saat ada upacara piodalan di Pura, Desa Kenderan juga menyimpan banyak peninggalan sejarah berupa sarkofagus. Sebagai sebuah desa tua, Desa Kenderan dapat dibuktikan dari eksistensi Batu Cetak Nekara yang tersimpan di Pura Desa Manuaba dan keberadaan sarkofagus yang tersimpan di Pura Batulusu di wilayah Subak Uma Lawas. Benda-benda arkeoligis ini diperkirakan berasal dari 600-500 SM pada zaman batu besar (Megalitikum) sampai pada zaman peralihan antara zaman batu dengan zaman perunggu. Masyarakat Desa Kenderan sangat menyucikan keberadaan temuan arkeologis ini. Kreativitas seni yang berbasis budaya setempat menjadi alasan yang kuta untuk mengekplorasi Desa Kenderan secara lebih mendalam agar dapat selaras dan harmoni dengan alam dengan manusia. Keberadaan Puri dan Pura Griya Sakti Manuaba yang masih alami menjadi potensi lain dari desa Kenderan untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Keberadaan Desa Kenderan sebagai desa wisata telah ditetapkan pada tahun 2018 oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar. Perkembangan Desa Kenderan sebagai sebuah destinasi wisata sampai saat ini sudah cukup terlihat. Hal ini ditandai dengan berkembangnya berbagai usaha pariwisata seperti sarana akomodasi yaitu hotel, vila, dan bentuk akomodasi lainnya. Berbagai sarana rumah makan dan hiburan lainnya juga sudah terlihat. Dari sekian banyak usaha jasa pariwisata yang ada memang masih didominasi oleh investor luar. Kepemilikan usaha pariwisata oleh masyarakat lokal masih terbatas dan diusahakan secara individu. Keterlibatan masyarakat secara kelembagaan desa masih sangat minim. Untuk menumbuh kembangkan keterlibatan masyarakat lokal menangkap peluang yang ada memang telah dibentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Namun demikian Pokdarwis yang ada masih sangat memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik intenal desa (desa dinas maupun desa adat) dan pihak eksternal. Oleh Sebab itu Politeknik Pariwisata Bali mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh program studi Bisnis Hospitaliti yang berlangsung selama tiga hari pada tanggal 21-23 Juni 2022 yang bertempat di Desa Kenderan kecamatan Tegalalang kabupaten Gianyar. “Dari pokdarwis sendiri belum bias memberikan terbaik untuk desa kami karena kami belum bias mengelola dengan baik, kami mohon agar kegiatan PKM ini dapat berjalan kesinambungan” ungkap Bapak Dewa Gede Kusumajaya selakuKepala Desa Kenderan. Karena selama ini masyarakat sebagai peserta pelatihan dari pihak lain masih belum merasakan adanya kegiatan untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah dikembangkan secara nyata dan terukur dalam konteks ketersediaan berbagai potensi yang dimiliki Desa kenderan. Pokdarwis Desa Wisata Kenderan berencana untuk membuat kegiatan yang secara nyata dapat dijadikan media pelatihan pengelolaan kegiatan wisata secara mandiri oleh masyarakat. Pokdarwis merencanakan pada tahun 2023 telah terwujud sebuah kegiatan wisata (seperti misalnya Festifal Desa) sebagai bentuk awal dari keterlibatan masyarakat Desa Kenderan dalam kegiatan pariwisata secara mandiri. Namun demikian Pokdarwis sampai saat ini belum memiliki sebuah perencanaan yang nantinya menjadi pedoman dalam pelaksanaannya. Pokdarwis masih memiliki keterbatasan dalam hal; data dan informasi terkait kegiatan yang akan dilakukan sehingga memberikan nilai kepada masyarakat dan wisatawan, belum jelasnya pasar sasaran serta cara perolehannya, saluran distribusi, hubungan dengan pelanggan, berbagai aktifitas kunci yang harus dilakukan, mitra kunci kegiatan, berbagai kebutuhan sarana dan prasarana, dan perolehan pendapatan (revenue) dan pengelolaan biaya. ”Ini adalah tahun ke dua pendampingan oleh karena itu tahun depan sudah bisa mulai kegiatan secara nyata dalam membuat Living Culture Festival. Jadi ayo kita serap apa saja yang telah diberikan ilmunya, besar harapan juga Poltekpar Bali nantinya juga bisa ikut terjun dalam membantu berlangsungnya kegiatan Living Culture Festival” ujar Ibu Ari Trisna Handayani selaku Camat Tegallalang. Pendampingan ini akan dilakukan dalam usaha meningkatkan pengetahuan tata kelola bisnis, serta keterampilan dalam menyusun sebuah rencana bisnis. Berbagai materi pendampingan untuk menyusun rencana bisnis yang akan disampaikan mengacu pada Business Model Canva seperti Identiifikasi Segmen dan Pasar Sasaran, Identifikasi nilai (value) dari Produk dan Layanan Jasa, Penentuan Saluran Distribusi, Sumber Pendapatan (revenue stream), Mengembangkan Hubungan dengan Pelanggan, Penentuan Sumber Daya (Key Resources), Penentuan Aktifitas Kunci, Penentuan Mitra Kunci dan Pengelolaan Struktur Biaya. Wakil Direktur III Poltekpar Bali menyatakan “Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam meningkatkan peran dan keterlibatan masyarakat Desa Kenderan dalam menyusun rencana bisnis, serta para mahasiswa juga dapat berinteraksi dengan masyarakat luas yang merupakan sumber-sumber informasi dalam rangka peningkatan wawasan, pengetahuan, dan dapat menjalin kerjasama (networking) yang berdampak positif bagi pengembangan dan profesionalitas diri” ujar Dr. Luh Yusni Wiarti, A.Par., SE,M.Par.,M.Rech. Pada kegiatan PKM ini juga mendatangkan Narasumber yang didapat yakni Bapak Drs.I Nengah Moneng. Diharapkan peserta dapat memiliki gambaran bagaimana suatu event akan di selenggarakan nantinya. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan serta apa saja yang meyertai persiapan pelaksanaannya. Ketua Pokdarwis yang hadir pada kegiatan ini juga berharap “Adik-adik Desa Kenderan dapat menjadi Garda Terdepan, oleh karena itu di harapkan adik-adik menguasi 5CO yaitu Commitment, Community, Collaborasi, dan yang terakhir Commercial Efek namun tak hanya adik-adik Desa Kenderan saja tapi para senior bapak-bapak dan ibu-ibu juga dapat menjadi garda terdepan di Desa Kenderan” ujar I Wayan Dumya.

Baca Selengkapnya
Poltekpar Bali Lanjutkan Pendampingan SDM Desa Wisata Taro, Gianyar

Poltekpar Bali Lanjutkan Pendampingan SDM Desa Wisata Taro, Gianyar

Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali sebagai salah satu perguruan tinggi pariwisata di bawah Kemenparekraf kembali melanjutkan kegiatan pendampingan SDM Desa Wisata Taro. Fokus kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Institusi periode ini dengan mengadakan pendampingan SDM bidang pemanduan wisata dan merangkai bunga. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekpar Bali Drs. Ida Bagus Putu Puja,M.Kes dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar dilaksanakan di objek wisata Lembu Putih berlangsung pada tanggal 6 sd 8 April 2022 Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Drs Ida Bagus Putu Puja, M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Pengadbian Kepada Masyarakat Poltekpar Bali diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan wawasan pengetahuan dan ketrampilan SDM Desa Wisata Taro terkait pemanduan wisata dan merangkai bunga. "Kami harapkan melalui pendampingan tersebut dapat memberikan manfaat keberlanjutan dalam pengembangan Desa Wisata Taro," katanya. Kepala P3M Poltekpar Bali Drs. I Gusti Ngurah Agung Suprastayasa, M.Ed di Desa Taro, Gianyar menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan Desa Wisata Taro telah dilaksanakan sejak tahun 2020 oleh Dosen dan mahasiswa Program Studi Bisnis Hospitaliti dan berlanjut setiap tahunnya dengan berbagai pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat seperti Sosialisasi Pemahaman Sikap Dasar Hospitaliti, Profesionalisme dan CHSE, Pendampingan Pengelolaan Operasional Usaha Homestay dan Pelatihan Pengelolaan dan Interpretasi Produk Desa Wisata Taro.Kegiatan pendampingan ini melibatkan 15 orang bidang pemanduan wisata dan 15 orang bidang merangkai bunga yang berasal dari pengelola desa wisata, tim IT desa, staf BUMDES, anggota pokdarwis dan pengelola atraksi wisata di desa wisata Taro. Untuk praktek pemanduan wisata, peserta diajak langsung memandu wisata di atraksi wisata lembu putih, delodsema village sampai di atraksi wisata Semara Ratih. Peserta diajak mempraktekkan langsung pembuatan rangkaian bunga dengan bentuk oval, vertikal, horizontal dan kombinasi janur tunggal yang dipandu oleh Ida Ayu Sri Puspa Adi,S.Pd.M.Par.,Ni Ketut Iswarini,SE.,M.Si., dan I Gusti Ayu Putu Wita Indrayani,S.ST.Par.,MM.,CHE.Adapun narasumber dalam kegiatan pendampingan ini merupakan kolaborasi stakeholder pariwisata di antaranya dari akademisi, pemerintah, praktisi dan asosiasi. Narasumber sesi pertama adalah Bapak Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Bapak A.A.Gde Putrawan,S.Sos.,M.Si., yang memaparkan materi Kebijakan Pengembangan Desa Wisata di kabupaten Gianyar. Untuk pendampingan SDM Bidang Pemanduan Wisata dengan narasumber seorang pramuwisata senior Bapak Drs. Nyoman Suantara sharing pengalaman Kiat-kiat Praktis dalam Memandu Wisata. Suantara menekankan jika sebagai seorang pemandu lokal haruslah memahami lebih dulu interpretasi dan story telling dari atraksi wisatanya. Sedangkan untuk bidang pendampingan merangkai bunga menghadirkan narasumber dari Ikatan Perangkai Bunga (IPBI) Bali Bapak I Komang Budinata. Dalam laporan kegiatannya Ketua Tim Pendampingan Desa Wisata Taro Ni Made Tirtawati,S.Si.,M.Par. yang juga sebagai Sekretaris bidang Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan bahwa “Desa Wisata Taro telah menjadi desa dampingan Poltekpar Bali, kegiatan ini merupakan pendampingan tahun ketiga sehingga nantinya diharapkan Desa Wisata Taro menjadi desa wisata kategori mandiri di Bali. Bapak Kepala Desa Taro, I Wayan Warka menyampaikan apresiasi atas komitmen Politeknik Pariwisata Bali secara konsisten untuk melakukan pendampingan SDM Desa Wisata Taro. Ada beberapa prestasi yang telah diraih Desa Taro yaitu Juara 1 Desa Wisata BCA Awad, juara 2 Lomba Desa Wisata Tri Sakti Bung Karno dan telah memperoleh Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan dari Kemenparekraf tahun 2021. Hal ini menjadikan Desa Taro sebagai acuan (benchmarking) bagi desa wisata di Bali dan Indonesia dalam pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat. Perkembangan Desa Wisata Taro perlu sejalan dengan perkembangan sumber daya manusianya, yakni masyarakat lokal stempat. Jika pengembangan masyarakat ditinggalkan dan dibiarkan, maka pertumbuhan dan perkembangan kepariwisataan di Desa Taro akan tidak berkelanjutan. Oleh karena itu akademisi Poltekpar Bali diharapkan terus menjadi patner kerja kami dalam meningkatkan kualitas SDM desa wisata Taro, ungkap Bapak I Wayan Ardika sebagai ketua Pengelola Dewi Taro.

Baca Selengkapnya
. Lihat Semua