Agenda Terbaru

21 . 10 . 2021

WISUDA KE-XXVII POLTEKPAR BALI

Selengkapnya

8 . 10 . 2021

Tourism Field Study (TFS) Program Studi Manajemen Kepariwisataan

Selengkapnya

10 . 09 . 2021

Interview Calon Pengurus ROHKRISTO 2021/2023 Secara Online

Selengkapnya

8 . 12 . 2020

sosialisasi kerjasama Poltekpar Bali dan International Management Institute (IMI) Switzerland

Selengkapnya
. Lihat Semua AGENDA

Pengumuman

18 . 10 . 2021

SK & Sertifikat Akreditasi Politeknik Pariwisata Bali

Download PDF

19 . 09 . 2021

SK Akreditasi Politeknik Pariwisata Bali 2019 - 2023

Download PDF

19 . 09 . 2021

Sertifikat Akreditasi Politeknik Pariwisata Bali 2019 - 2023

Download PDF
. Lihat Semua PENGUMUMAN

Rilis Berita

POLTEKPAR BALI KONSISTEN DAMPINGI DESA TARO KEMBANGKAN PENGELOLAAN DESA WISATA

POLTEKPAR BALI KONSISTEN DAMPINGI DESA TARO KEMBANGKAN PENGELOLAAN DESA WISATA

Desa Wisata Taro telah memperoleh anugerah sebagai Juara 1 Desa Wisata BCA Award, juara 2 Lomba Desa Wisata Tri Sakti Bung Karno, Percontohan  Pengelolaan Sampah berbasis sumber dari Bapak Gubenur Bali, dan masuk nominasi 16 Desa Wisata berkelanjutan Kemenparekraf di tahun 2021. Hal ini menjadikan Desa Taro sebagai acuan (benchmark) bagi desa wisata di Bali dalam pengelolaan desa wisata maupun pelayanan wisatawan. Sebagai desa tertua di Bali, Desa Wisata Taro memiliki tiga potensi wisata antara lain rural experience, culture and heritage, dan natural landscapes. Ketiga potensi wisata ini dimanfaatkan dengan baik sehingga mengharumkan nama Desa Taro sebagai salah satu desa wisata favorit di Bali. Pemberian anugerah sebagai Desa Wisata Nusantara bukanlah tanpa alasan, tidak hanya satu ataupun dua, Desa Wisata Taro memiliki sembilan daya tarik wisata meliputi DTW Lembu Putih, D’Tunggir, Delodsema Village, Semara Ratih River, Alas Taro, Pura Agung Gunung Raung, Tegal Dukuh Camp, Pemulan Bali Agro dan Moringga Resources. Namun, menurut Kepala Desa Taro, Bapak I Wayan Warka,  dalam sambutannya menyatakan masih terdapat beberapa kendala yang ditemui. Adapun kesadaran dan kemampuan masyarakat setempat dalam memberikan pelayanan yang baik masih perlu ditingkatkan, khususnya di dalam memberikan penjelasan mengenai produk desa wisata alam dan budaya. Sehingga, masyarakat dapat mempertajam keterampilannya dalam memberikan pelayanan prima kepada wisatawan yang berkunjung. Politeknik Pariwisata Bali (Poltekpar Bali) sebagai perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi senantiasa memberikan pendampingan dan pelatihan sebagai program yang berkelanjutan. Setelah sebelumnya Prodi Bisnis Hospitaliti (BHP) Poltekpar Bali, telah mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema ‘Pemahaman Sikap Dasar Hospitaliti, Profesionalisme, dan CHSE dalam rangka menunjang Usaha Kepariwisataan di Desa Taro dan Pelatihan Operasional Homestay’, kini tim Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) memberikan pelatihan bertajuk ‘Pengelolaan dan Interpretasi Produk Desa Wisata Taro, Kabupaten Gianyar’ yang diketuai oleh Ni Made Tirtawati,S.Si.,M.Par. Kegiatan dilaksanakan di obyek wisata Lembu Putih pada 25-26 Oktober 2021. Mengingat Desa Wisata Taro dijadikan sebagai desa wisata acuan (benchmark) bagi desa wisata lainnya, kegiatan pelatihan ini memiliki tujuan agar para pengelola tempat wisata di Desa Taro memiliki keterampilan dasar untuk mengelola dan mengintepretasikan produk desa wisata Taro. Peserta kegiatan yang dilaksanakan di Obyek Wisata Lembu Putih ini terdiri dari perangkat desa dinas dan desa adat, pengelola desa wisata, anggota pokdarwis, pengelola atraksi wisata, dan kelompok pemuda setempat. Para peserta tampak antusias mengikut kegiatan pelatihan. Penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer, pemakaian masker hingga jaga jarak diaplikasikan oleh peserta dan panitia. Kegiatan PKM Poltekpar Bali ini dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekpar Bali yang diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Poltekpar Bali, Drs. I Gusti Ngurah Agung Suprastayasa, M.Ed. Dalam sambutan beliau, disampaikan bahwa selain melaksanakan pendidikan dan pengajaran serta penelitian, sebagai Lembaga pendidikan tinggi Poltekpar Bali juga ikut serta dalam mengembangkan kepariwisataan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.  Dalam kegiatan pengabdian masyarakat selain berbagi pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat diharapkan juga para dosen dan mahasiswa dapat belajar dari interaksi yang dilakukan di desa wisata sebagaimana disampaikan: “Beberapa hal yang pasti diperoleh oleh para mahasiswa di dalam kegiatan seperti ini adalah mengasah soft skill mereka sebagai bekal sebelum terjun di dunia kerja”. Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Ni Made Tirtawati, S.Si., M.Par., kegiatan pengabdian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pengelolaan wisata di Desa Taro. Hal itu menjadi komitmen Poltekpar Bali untuk terus mendampingi Desa Taro dalam memberikan berbagai pelatihan pengelolaan desa wisata. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pendampingan yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Prodi BHP Poltekpar Bali. Kali ini tim P3M Poltekpar Bali menajamkan pada pengelolaan dan interpretasi produk Desa Wisata Taro. Materi-materi bermanfaat dan tak kalah menarik telah disiapkan antara lain teknik memandu wisatawan, pengelolaan desa wisata, pelayanan prima dalam kepemanduan dan juga teknik kepemanduan. Salah satu narasumber dalam kegiatan ini dari praktisi adalah I Komang Puji, SE., M.Pd selaku Sekretaris HPI Bali yang memberikan materi mengenai Teknik Memandu Wisatawan di Desa Wisata Taro. Selain beliau, dosen Poltekpar Bali yang bertugas sebagai narasumber adalah Anom Hery Suasapha, S.ST.Par., M.Par  dan I Gusti Ayu Putu Wita Indrayani, S.ST.Par., MM., CHE. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat menjadi solusi terkait kendala pengelolaan dan pelayanan kepada wisatawan yang selama ini masih perlu terus ditingkatkan, khususnya di bidang pengelolaan dan interpretasi produk wisata di Desa Wisata Taro.

Baca Selengkapnya
PRODI BHP POLTEKPAR BALI TINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT MEMBANGUN PARIWISATA PEDESAAN DI DESA TEGALLALANG DAN DESA KENDERAN DALAM KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PRODI BHP POLTEKPAR BALI TINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT MEMBANGUN PARIWISATA PEDESAAN DI DESA TEGALLALANG DAN DESA KENDERAN DALAM KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Berbicara mengenai daerah wisata, Kabupaten Gianyar masih sangat identik dengan kawasan Ubud. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah ‘Tricovillage’? Tricovillage merupakan sebutan untuk sebuah kawasan wisata yang menggabungkan tiga desa di Kecamatan Tegallalang yaitu Desa Taro, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan. Diantara desa-desa tersebut, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan tampaknya belum banyak dieksplorasi. Berada dalam satu wilayah dengan Desa Taro, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan tampak masih belum optimal dalam pengembangan wisatanya. Desa Kenderan merupakan desa yang kaya akan keindah alam dan budaya. Desa Kenderan merupakan sebuah desa terpencil di pinggiran Ubud yang menyimpan banyak peninggalan sejarah berupa sarkofagus, tiga (3) Puri yang masih alami dan Pura Griya Sakti Manuaba. Selain itu, Desa Kenderan juga terberkati dengan landskap alam yang sangat indah, air terjun memikat dan 7 macam sumber mata air abadi yang disucikan (beji). Desa Kenderan dapat dikatakan sebagai representasi harmoni alam dengan manusia. Desa Tegallalang memiliki ceritanya tersendiri. Selain sebagai kawasan wisata alam, Desa Tegallalang juga tersohor sebagai desa dengan artshop terpanjang di dunia. Dengan panjang 22 km dari ujung utara Ubud hingga ujung selatan Kintamani, Desa Tegallalang memanjakan para wisatawan dengan suguhan produk kreativitas masyarakat yang tiada batasnya. Produk-produk tersebut meliputi kerajinan tangan dari batu, kayu, bambu, emas, perak, kain hingga kaca. Kreativitas seni ini dapat dijumpai hapir di setiap pelosok Desa Tegallalang. Namun, tidak berhenti disitu saja. Desa Tegallalang juga memiliki ‘ceking’, yaitu tingkatan persawahan yang legendaris yang merupakan kekayaan cipta karsa manusia yang mampu mengolah berkah dari alam. Maka, tidak heran apabila Desa Tegallalang disebut juga sebagai pusat kreativitas manusia yang tiada batas. Hal inilah yang dapat dijadikan potensi wisata menarik di Desa Kenderan yaitu wisata pedesaan. Wisata pedesaan adalah suatu kegiatan pariwisata di wilayah yang menawarkan daya tarik wisata berupa keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan. Daya tarik utama wisata pedesaan adalah keaslian dan keunikan dari berbagai atraksi dan produk yang ditampilkan. Sebagai salah satu desa tua di Bali, Desa Kenderan sangat layak untuk menerapan wisata pedesaan. Namun, dalam proses pengembangannya, terdapat beberapa kendala yang dialami. Adapun masalah tersebut meliputi kompetensi Sumber Daya Manusia pengelola pariwisata dan terbatasnya sarana pariwisata. Oleh karena itu, Program Studi Bisnis Hospitaliti (BHP) Politeknik Pariwisata Bali tergerak untuk memberikan kegiatan sosialisasi dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM oleh Prodi BHP Poltekpar Bali merupakan pengabdian dengan tajuk ’Keterlibatan Masyarakat dalam Membangun Kawasan Pariwisata Pedesaan di Kecamatan Tegallalang, Gianyar-Bali’. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi ini dilaksanakan di Villa Kayangan, Desa Kenderan, Gianyar pada 27-29 Oktober 2021. Sosialisasi dilakasanakan selama dua hari dengan berbagai materi seputar pengembangan pariwisata pedesaan antara lain tentang pemahaman dasar pariwisata dan hospitaliti, peran pemangku kepentingan, peluang berwirausaha, etika komunikasi, pemahaman dasar hygiene dan sanitasi, serta pemahaman lintas budaya. Menurut Koordinator Program Studi BHP, Ir. Ida Ayu Kalpikawati, M.Si, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam meningkatkan peran dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pariwisata di Desa Kenderan dan Desa Tegallalang pada khususnya. Beliau juga menuturkan bahwa perbedaan potensi wisata di masing-masing desa bukan untuk dipertentangkan, namun untuk menguatkan. “Untuk menyatkukan perbedaan,diperlukan spirit kolaborasi sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan”, ujar Kalpikawati. Sejumlah undangan hadir dalam kegiatan pembukaan PKM di Desa Kenderan ini antara lain Kadispar Kab. Gianyar, Camat Tegallalang, Penglingsir Puri Manuaba, Direktur Poltekpar Bali yang diwakili oleh Sekretaris Ketua Jurusan Hospitaliti Poltekpar Bali dan Unit P3M Poltekpar Bali. Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekpar Bali yang diwakili oleh Ida Ayu Sri Puspa Adi, S.Pd., M.Par. Secara simbolis, dua orang peserta dipilih untuk menyematkan tanda peserta sebagai tanda kegiatan PKM telah dibuka secara resmi. Adapun peserta kegiatan ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari anggota Kelompok Sadar Wisata dan Pelaku Usaha Kepariwisataan (Pemilik Akomodasi dan Pengelola DTW), Organisasi Kepemudaan (Pengurus Karang Taruna) di 15 Desa Kenderan dan 15  Desa Tegallalang. Kegiatan PKM masih akan berlanjut hingga 29 Oktober 2021 dengan materi terkait etika komunikasi, hygiene dan sanitasi serta pembagian sertifikat peserta. Diharapkan kehadiran PKM Prodi BHP Poltekpar Bali dapat memberikan manfaat positif dalam pengembangan wisata pedesaan di Desa Kenderan dan Desa Tegallalang.

Baca Selengkapnya
Bantu Pulihkan Desa Wisata Jatiluwih, Prodi MKH Poltekpar Bali Adakan Pelatihan Teknik Promosi Event Melalui Media Digital

Bantu Pulihkan Desa Wisata Jatiluwih, Prodi MKH Poltekpar Bali Adakan Pelatihan Teknik Promosi Event Melalui Media Digital

Kondisi Pandemi Covid 19 ini mengharuskan kita semua untuk berupaya dan terus berusaha untuk bertahan hidup khususnya yang bergerak di sector pariwisata. Demikian pula halnya di Desa Wisata Jatiluwih walaupun ditungjang oleh sektor pertanian namun badan pengelola DTW desa Wisata Jatiluwih tetap berupaya untuk mendatangkan wisatawan yaitu dengan berbagai strategi termasuk Promosi. Untuk itu perlu kiranya meningkatkan kemampuan/Skill masyarakat kususnya Pengelola DTW desa wisata  jatiluwih tentang Teknik Promosi melalui Media Digital , karena di era sekarang ini sering disebut dengan era digitalisasi yang sangat efektif untuk dilakukan. Maka dari itu Program Studi Manajemen Konvensi dan Perhelatan (MKH) Poltekpar Bali dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melaksanakan pelatihan Teknik Promosi Event melalui Media Digital di Desa Wisata Jatiluwih, Penabal, Tabanan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari yakni pada 18-19 Oktober 2021 yang bertempat di Gong Restaurant Jatiluwih dengan jumlah peserta sebanyak 30 peserta yang terdiri dari 10 orang Para pengelola daya Tarik wisata Jatiluwih, 10 orang Para Karang Taruna ( yang dilibatkan dalam pengelolaan festival jatiluwih) dan 10 orang Para Pengelola Hotel, Home stay, Restaurant. Dari potensi yang dimiliki desa wisata Jatiluwih sangatlah disayangkan jika Desa Wisata Jatiluwih tidak dipromosikan dengan baik di era Pandemi Covid 19 ini, karena seperti yang kita ketahui jumlah kunjungan wisatawan sangat turun dengan drastic yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat, ungkap Nengah Kartika, Kepala Desa Jatiluwih. Luh Putu Citrawati,SE.,M.Si selaku Ketua Pelaksana kegiatan PKM, berharap semua peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini mampu menyusun teknik promosi, berbagai  jenis media digital, dan yang terpenting mampu melakukan promosi mengoperasionalkan melalui media, sehingga Desa Wisata Jatiluwih dapat bangkit kembali dan berdampak baik bagi perekonomian masyarakat. Tidak hanya sampai disitu saja pelatihan kegiatan ini juga mengajak para peserta untuk mampu membuat dan mengelola sebuah website sebagai salah satu bentuk promosi digital. Dalam pelatihan ini ada beberapa materi yang disampaikan oleh para narasumber, yakni pada hari pertama Strategi Promosi Event  Untuk   Menarik Minat Wisatawan Berkunjung ke Desa Wisata yang dibawakan oleh Made Sri Purnami dan Tehnik Promosi Event Melalui Media Digital  yang dibawakan oleh Ida Ayu Sutarini dan materi di hari kedua dengan topik Tehnik Promosi Event Melalui Media Sosial yang dibawakan oleh Ida Ayu Sutarini.  

Baca Selengkapnya
. Lihat Semua

Program Studi

PPB memiliki 11 Program Studi yang meliputi Program Sarjana, Diploma 3 dan Diploma 4 serta Program Pasca Sarjana.

. Lihat Semua

S2 Magister Terapan Pariwisata

S2 Magister Terapan Pariwisata http://pasca.ppb.ac.id/

Selengkapnya

S1 Bisnis Hospitaliti

Program Studi Strata 1 Bisnis Hospitaliti (BHP) bertujuan menghasilkan pimpinan puncak, pengusaha, akademisi dan peneliti yang profesional pada bisnis hospitaliti. Lama pendidikan pada Program Studi Strata 1 Bisnis Hospitaliti adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Bisnis Hospitaliti memiliki peluang kerja diantaranya : hotel, tempat rekreasi & olahraga, travel and transportation, instansi pemerintah, tenaga edukasi dan peneliti.

Selengkapnya

S1 Destinasi Pariwisata

Program Studi Strata 1 Destinasi Pariwisata (DPW) memiliki tujuan menghasilkan pimpinan puncak, pengusaha, akademisi dan peneliti yang profesional pada bisnis destinasi pariwisata. Lama program pada Program Studi Strata 1 Destinasi Pariwisata adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Destinasi Pariwisata memiliki peluang kerja pada : bisnis pengelolaan kawasan pariwisata, instansi pemerintah, tenaga edukasi dan peneliti.

Selengkapnya

D4 Administrasi Perhotelan

Program Studi Diploma 4 Administrasi Perhotelan (ADH) memiliki tujuan menghasilkan pimpinan puncak dan pengusaha hotel yang profesional. Lama program adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Administrasi Perhotelan memiliki peluang kerja di : hotel, villa, apartemen, condominium, kapal pesiar.

Selengkapnya

D4 Manajemen Kepariwisataan

Program Studi Diploma 4 Manajemen Kepariwisataan (MKP) memiliki tujuan menghasilkan pimpinan puncak yang profesional di industri pariwisata dan badan pengelola kepariwisataan. Lama program adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Manajemen Kepariwisataan memiliki peluang kerja pada : destination management company, instansi pemerintah.

Selengkapnya

PENELITIAN & PENGABDIAN

Penelitian institusi mempunyai ruang lingkup kependidikan, kepariwisataan dan perhotelan yang bersifat terapan, baik monodisiplin maupun multidisiplin/interdisiplin, sedangkan Ruang lingkup penelitian kelompok dan perseorangan dapat meliputi bidang kependidikan, kepariwisataan dan perhotelan yang bersifat terapan, baik monodisiplin ataupun interdisiplin.

. Selengkapnya

TENTANG PPB

Politeknik Pariwisata Bali siap mencetak insan pariwisata yang unggul. Kesiapan ini dimulai dari Bali siap mencetak insan pariwisata yang unggul. Kesiapan ini dimulai dari

Selengkapnya

KEMAHASISWAAAN

Mencetak mahasiswa berwawasan global dan berintegritas yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.

Selengkapnya

25 . 05 . 2021

Sosialisasi Kerjasama Poltekpar Bali Dan International Management Institute (IMI) Switzerland

Mengawali minggu terakhir di bulan Desember, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melaksanakan kunjungan kerja ke Politeknik Pariwisata Bali

Bagikan :